Latihan Soal 1 - Bahasa Indonesia

Ditulis oleh: Soal dan Jawaban -
Advertisement
Latihan Soal 1 - Bahasa Indonesia. Ujian akhir untuk semester 2 semakin dekat saja, alangkah baiknya jika sobat pelajar semakin meningkatkan intensitas belajar serta berlatih dengan soal-soal latihan. Walau bagaimanapun, penguasaan materi yang baik juga harus didukung dengan keterampilan menjawab soal-soal ujian untuk itu Kumpulan Soal dan Jawaban kembali membahas sebuah latihan soal untuk bahan latihan mata pelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa kelas x sma. Latihan soal kali ini merupakan latihan soal pemahaman yang merupakan bagian dari Latihan Soal Bahasa Indonesia Semester 2.

Latihan soal 1 ini akan terdiri dari dua soal pemahaman yang masing-masing akan menuntun sobat untuk meningkatkan pemahaman pada materi-materi tertentu. Sobat pelajar yang ingin mempelajari soal pemahaman ini silahkan disimak soal-soalnya berikut:

Latihan Soal Pemahaman 1

Pada soal latihan pemahaman 1 ini sobat pelajar akan membahas dan mengerjakan soal mengenai beberapa point materi sebagai berikut:
A. Menyimpulkan Isi Informasi dari Tuturan Langsung
B. Memberikan Kritik
C. Mengidentifikasi Sastra Melayu Klasik

Berikut soal pemahaman 1 selengkapnya

Kerjakanlah soal-soal berikut!
  1. Apakah kunci dalam menentukan pokok-pokok informasi? 
  2. Bagaimana caranya agar Anda dapat menyimak suatu informasi dengan baik dan lengkap? 
  3. Carilah sebuah artikel yang ada dalam majalah atau surat kabar dengan tema perkembangan teknologi transportasi. 
  4. Catatlah informasi yang didapatkan dari artikel tersebut. 
  5. Rumuskan pokok permaslahan dalam artikel tersebut. 
  6. Berikanlah kritik terhadap artikel tersebut. 
  7. Bagaimanakah karakteristik unsur-unsur dalam karya sastra Melayu klasik? 
  8. Apakah ciri-ciri karya sastra Melayu klasik? 

Soal Pemahaman 2 Bahasa Indonesia 

Untuk soal pemahaman 2 mata pelajaran Bahasa Indonesia ini sobat akan mempelajari soal untuk meningkatkan penguasaan materi-materi sebagai berikut:
A. Menyimpulkan Isi Informasi dari Tuturan Tidak Langsung
B. Memberikan Persetujuan atau Dukungan
C. Menemukan Nilai-Nilai dalam Sastra Melayu Klasik

Secara lengkpa soal pemahaman 2 tersebut adalah seperti terlihat berikut ini, silahkan disimak dan dipelajari dengan baik.

Kerjakanlah soal-soal berikut!
Bacalah contoh permasalahan berikut ini!

Citarum Meluap 
Wilayah yang kerap didatangi banjir, kini justru cenderung semakin padat. Salahkah mereka? Sang langganan itu kembali hadir di Bandung Selatan. Dia selalu berkunjung saat musim hujan dan mengepung rumah-rumah, sekaligus "mengusir" penghuninya. Ini yang kemarin terjadi dan mungkin sampai hari ini masih berlangsung. Banjir, itulah "sang tamu" yang datang bersama luapan Sungai Citarum, menyebabkan perkampungan Kelurahan Andir, Kec. Baleendah, Kab. Bandung, misalnya, terendam.

Meluapnya Sungai Citarum dan anak-anaknya memang bukan lagi cerita baru. Setiap tahun nyaris terjadi. Menurut catatan, banjir di Bandung selatan pernah sampai berbulan-bulan, dengan keluasan hingga ratusan ribu hektare, dengan tingkat kerugian yang amat sangat besarnya. Karena itulah, dilakukan normalisasi Citarum, baik dengan sodetan maupun pengerukan, melalui projek bersumber APBN. Demikian pula dengan anak Citarum, pernah dinormalisasi dengan biaya bantuan luar negeri. Hasilnya? Banjir tetap terjadi seperti saat ini. Apabila dipertanyakan, mengapa banjir di sana selalu terjadi, berbagai jawaban para ahli sudah kerap di-ekspose. Mulai dari yang menganggap suatu hal yang wajar, mengingat daerah itu merupakan daerah terendah dari Cekungan Bandung. Dengan demikian, jika penghuni daerah tersebut mendapat petaka, karena salahnya sendiri menghuni daerah banjir.

Pendapat lain yang mengemuka karena kerusakan lingkungan baik di hulu maupun sepanjang sempadan sungai. Rusaknya lingkungan di hulu (daerah resapan air) menyebabkan air larian luruh ke hilir lebih deras, dengan membawa material berupa lumpur sehingga terjadi sedimentasi yang tinggi. Sementara itu, sempadan sungai dijadikan lahan bangunan (permukiman dan industri) sehingga badan sungai menyempit maka volume air saat hujan tak lagi tertampung sehingga banjir pun terjadi.

Satu hal yang penting dicatat dan direnungkan, bahwa hingga berkali-kali banjir, penduduk setempat bergeming. Sama sekali tidak terjadi trauma sehingga mendorong dia untuk berpindah tempat tinggal. Hebatnya, semakin sering diterjang banjir, seolah semakin kuat dan liat untuk bertahan. Wilayah yang kerap didatangi banjir, malah kini cenderung semakin padat. Salahkah mereka? Mungkin kita hanya bisa memaklumi apabila mereka terpaksa karena tidak lagi memiliki lahan alternatif. Jika harus pindah, siapa yang bisa memberi lahan pengganti. Akan tetapi, persoalan yang sulit kita terima adalah apabila Sungai Citarum dan anak-anaknya selalu dijadikan buangan limbah industri. Sebagaimana kita saksikan kemarin, banjir yang mengepung kampung disertai warna-warni zat yang dipastikan berupa buangan limbah pabrik. Wilayah Bandung selatan, khususnya Kec. Dayeuhkolot, Baleendah, Pameungpeuk, dan Banjaran, selama ini dijadikan zona industri.

Aparat berwenang terhadap lingkungan di Kab. Bandung memang memberi statement keras apabila ada pelaku industri membuang limbah saat banjir terjadi. Namun, rasanya itu tidak cukup tanpa ada aksi di lapangan. Kita masih menuntut keseriusan aparat BPLH, misalnya. Meski di satu sisi, kita memamahami kesulitan para pemilik pabrik di tengah persaingan hebat dengan produk yang sama dari negara lain. Dengan demkian, dari peristiwa banjir tersebut, nyatanya masih banyak persoalan yang harus kita bernahi bersama-sama.
Sumber: Pikiran Rakyat, 20 April 2007

  1. Permasalahan apa yang diangkat dalam bacaan tersebut? 
  2. Bagaimanakah tanggapan atau persetujuan Anda terhadap informasi tersebut? 
  3. Apa keistimewaan karya sastra Melayu klasik jika dibandingkan dengan karya sastra lainnya? 
  4. Apa ciri khas kedaerahan yang terkandung dalam karya Melayu klasik? 
  5. Sebutkanlah contoh karya sastra Melayu klasik lainnya yang Anda ketahui!
Sumber:
Adi Abdul Somad, dkk. BSE. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk Kelas X SMA/MA. Departemen Pendidikan Nasional